Showing posts with label Jawa. Show all posts
Showing posts with label Jawa. Show all posts

Malioboro Makin Cantik

Malioboro Makin Cantik

Terakhir saya intensif ke jogja ya pas ngerjain tesis S2  juli 2015,saya di sana selama sebulan penuh pas puasa ramadhan.Nginep di kos milik dosen IKIP Jogja yang beragama hindu, tdk jauh dari RS Sardjito. Setiap mau masuk kos saya selalu tengok kanan kiri untuk lihat apa ada guguknya apa ngga he he he...
Waktu itu sempet beberapa kali melewati Malioboro ketika sedang ingin refreshing dari kegiatan menulis tesi dengan menggunakan bis transjogja yg murah meriah karena di hari selasa dan kamis tarifnya cuma Rp 1500 kalo Anda menggunakan kartu eflash BCA.
Waktu itu Malioboro yg mestinya asik jadi tidak asik karena banyak warung dan motor parkir di dekatnya...

Lebih dr setahun setelahnya,hari selasa kemarin sy kembali mengunjungi kota kerajaan ini,dan tercengang dengan perubahan Malioboro...
Warung jauh berkurang dan terlihat semakin nyaman untuk dinikmati baik untuk jalan jalan maupun sekedar duduk duduk. Ada bangku yg disediakan di sepanjang jalan untuk nongkrong,masih ada sedikit warung yg berjualan,dan di malam harinya ada beberapa konser jalanan oleh para pemusik jogja sambil diiringi jogetan para muda mudi yg menarik hati...

Pagi pagi saya juga mengamati aktivitas orang yang melewati Malioboro,ada seorang pemuda yg memakai atribut yg jelas di mata yg menunjukkan dia sedang berjualan pulsa berjalan mondar mandir menyusuri jalan Malioboro,suatu strategi berjualan yg baru dan efektif karena saya lihat banyak juga yg tertarik membeli pulsa padanya karena si pembeli cukup memanggil si penjual tanpa harus beranjak dari tempat.
Ada juga Bapak tua yg memakai tulisan di dadanya berisi nama dan no hapenya yg menawarkan jasa pijat,tak lama kemudian saya lihat beliau sudah mendapatkan pelanggan di tempat beliau duduk...
Orang orang yang kreatif...

Kampung Inggris

Tulisan dibuat tanggal 24 Agustus 2012


Kampung (Bahasa) Inggris

"Sebelum tahun 2000,jumlah lembaga kursus di sini cuma 5 buah tapi setelah itu menjadi 80-an dan sekarang berjumlah 115 lembaga kursus"


Saya cukup beruntung hari ini,berangkat tanpa rencana dari kota Malang dan harus berdiri di atas bis Puspa Indah selama lebih dari 2 jam terbayar lunas dengan kesempatan bertemu dengan Bu Fatimah, istri dari pendiri BEC (Basic English Course),lembaga kursus tertua di Kampung Inggris ini.




BEC didirikan tahun 1977,bermula dari kenyataan yang harus dihadapi oleh Pak Kalend yang harus drop out dari Pondok Pesantren Gontor di Ponorogo di tingkat 5.Akhirnya beliau memutuskan untuk berguru kepada Kyai Yazid di Desa Tulungrejo Pare Kediri.Berawal dari mengajari para santri Kyai Yazid dan anak2 di sekitar pondok pesantren tahun 1976,akhirnya atas desakan murid-muridnya,Pak Kalend mendirikan lembaga kursus di tahun 1977 walau sempat vakum selama 7 bulan di tahun 1978-1979.

"Saya juga ga tahu kenapa setelah tahun 2000,jumlah lembaga kursus bahasa inggris disini bisa meledak jumlahnya dan akhirnya tidak hanya bahasa inggris tapi juga 8 bahasa lainnya seperti Korea,Perancis,Arab,dll.Mungkin karena banyak alumni BEC yang merekomendasikan tempat ini sehingga pemasarannya jadi mulut ke mulut.Sampai sekarang sudah 19.000 alumni BEC yang tersebar di seluruh Indonesia,banyak diantaranya yang akhirnya juga mendirikan kursus bahasa inggris."
Ibu yang bersahaja ini dengan semangatnya bercerita tentang sistem pengajaran di BEC yang dibagi 3 tahap dalam waktu 6 bulan,terdiri atas :
a. Basic Training Class (BTC)
- Ditempuh dalam waktu 1 bulan
- Pada akhir bulan siswa akan diuji untuk memasuki program CTC

b. Candidate Of Training Class (CTC)
- Ditempuh dalam waktu 2 bulan
- Pada akhir bulan kedua akan diuji untuk memasuki TC (program akhir)

c. Training Class (TC)
- Ditempuh dlm waktu 3 bulan
- Menentukan kelulusan dan diadakan ujian akhir pada akhir bulan ketiga

BEC adalah lembaga terbesar di Kampung Inggris ini,BEC menerima 400 siswa dalam setiap term,ada 2 term yang dibuka di setiap tahunnya yakni mulai belajar di bulan agustus dan februari.
Siswa yang belajar disini tidak boleh part time dengan merangkapnya dengan kegiatan lain.Siswa harus fokus dan sistem yang ada membuat siswa harus terus beraktifitas dari pagi hingga malam hanya untuk belajar menguasai bahasa inggris baik itu dalam bentuk pengajaran di kelas,study group,maupun mengerjakan tugas.






Disiplin ditegakkan disini,siswa harus tampil rapi dan berseragam,tidak pandang bulu berlaku untuk semua siswa,yang umumnya adalah siswa lulusan SMA yang memutuskan untuk tidak kuliah terlebih dulu,namun tidak jarang siswanya adalah bapak-bapak yang menjelang pensiun.Jika telat lebih dari 5 menit maka siswa tsb harus berdiri di depan kelas.Siswa program TC juga diwajibkan berbahasa inggris dalam percakapan sehari-hari,jika ketahuan tidak melakukannya akan dicatat dan jika melebihi toleransi maka siswa tsb tidak akan diluluskan.Dalam program TC ini juga pengajaran diberikan dalam bahasa inggris penuh.


Hal yang mulia dari pasangan suami-istri ini adalah sikap mereka yang tidak mau membuka asrama atau tempat kos untuk para siswanya,mereka memberi kesempatan pada penduduk sekitar untuk menampung siswa-siswa BEC tsb dengan biaya kos Rp 100 rb - 200 rb per bulan ! Sikap mereka yang tidak serakah ini memang terbukti sangat mengangkat ekonomi Desa Tulungrejo dan sekitarnya.Tidak hanya bisnis kos yang marak tapi juga bisnis makanan,laundry,warnet dan juga lembaga kursus lainnya.Pak Kalend dan Bu Fatimah juga hanya mau membuka 3 lembaga kursus saja yakni EECC (Effective English Conversation Course), HEC-1 dan HEC-2 (Happy English Course).Bagi mereka rejeki dari 3 lembaga kursus ini sudah lebih dari cukup,biarlah rejeki yang ada dibagi2 ke tetangga2 beliau...
Prinsip yang sangat mulia


Mengenai biaya,BEC memberikan tarif untuk biaya pendaftaran sebesar Rp 350 rb (sudah termasuk SPP bulan pertama) dan uang bulanan berikutnya sebesar Rp 150 rb per bulannya.
Masa pendaftaran dibuka empat kali dalam setahun yakni :
1 Februari. 1 Mei, 1 Agustus, 1 Nopember.
Persyaratan pendaftaran :
- Fotokopi KTP/KK/SIM 1 lembar
- Fotokopi ijazah pendidikan terakhir 1 lembar
- Pas foto 3x4 berwarna 3 lembar


Kebetulan paginya saya bertemu dengan salah satu alumni BEC yang telah belajar ketika BEC masih memakai kursi bambu,kata beliau,
"Sebenarnya kalo soal materi tidak ada yang istimewa tapi disiplin dan berkahnya itu yang saya cari.Pak Kalend itu orang yang sangat kaya tapi orangnya sederhana,ga punya mobil pribadi,kemana-mana hanya naik becak.Lembaga kursus lain sebagian besar didirikan oleh mantan murid Pak Kalend juga."

Tapi sekali lagi,masih ada 114 tempat kursus (selain BEC) di desa ini dengan cerita berbeda tentunya :)

Mudik Multi Moda Transportasi

Pada lebaran 2014 kemarin saya balik dari Pasuruan ke Jakarta dengan menggunakan berbagai moda transportasi. Pengalaman yang sangat berkesan hingga sekarang ...

1  Agustus 2014
- Berangkat dari rumah menggunakan ojek kemudian turun di Pasar Kejapanan Pasuruan untuk mencari bis ke Terminal Bungurasih, waktu perjalanan sekitar kurang dari 1 jam.
- Surabaya-Semarang menggunakan bis patas dg harga 110 rb dari Terminal Bungurasih selama 6 jam,nyampe semarang jam 4 pagi ini.


2 Agustus 2014
- Berangkat lagi naik bis ekonomi jurusan semarang-pekalongan jam 6-11,harga 45rb
- Jalan-jalan ke pusat kota Pekalongan hingga jam 14 menggunakan angkot lokal dan jalan kaki beberapa jam,biaya 5rb.
- Melanjutkan perjalanan rute pekalongan-pemalang namun baru 30 menit sudah muacettt berat karena jembatan Comal shg saya jalan kaki selama 1 jam dr kota pekalongan hingga kabupaten pekalongan.
Jembatan Comal

Suasana Sekitar Jembatan Comal

Alun Alun Pekalongan



Macet di Kota Pekalongan

- Lanjut naik angkot ke Wiradesa dg biaya 5rb
- Wiradesa-Comal ternyata masih jauh shg saya naik ojek selama 2 jam hingga terminal Pekalongan dg biaya ojek 65rb,kalo ga naik ojek bisa 8 jam :)
Macetnya parah ! :)

Masjid Agung di Alun Alun Pekalongan
 
- Naik bis ekonomi dari pemalang-tegal dg waktu tempuh 3-4jam yang normalnya cuma 1 jam,biaya 15 rb.
- Naik angkot dari terminal tegal ke alun2 kota tegal dg biaya 10rb
- Ngecek tiket kereta tegal-gambir,ternyata masih ada utk esok hari jam 6 pagi dg biaya 200rb,shg skrg nongkrong si alun2 tegal,menikmati kota yang nyaman dan jauh lebih rame dari dugaan saya,hanya sedikit di bawah depok ramenya :)

Bayangkan ada KFC dan McD yang buka hingga 24 jam,saya sempat menghabiskan waktu nongkrong di KFC dan selalu rame pengunjung,mungkin juga jadi tempat istirahat orang yang lagi balik dr mudik lebaran.
Saya lihat mall nya juga megah, ga kalah dengan Margo City Depok, kota Tegal juga berdenyut aktif hingga tengah malam!

3 Agustus 2014
Naik kereta api jurusan Stasiun Tegal - Stasiun Jatinegara selama 4,5 jam, nyampe Jatinegara sekitar jam 22.30


Biaya total : 485 rb

Perjalanan Hemat ke Brunei Darussalam

Tulisan dibuat tanggal 5 Oktober 2010

Keinginan untuk backpacking sebenarnya sudah sejak tahun 2008 setelah membaca pengalaman Marina Kusumawardhani di buku "Keliling Eropa 6 Bulan Hanya 1000 Dolar!" Akhirnya mimpi 2 tahun lalu tersebut baru terwujud tanggal 9-16 september 2010 yang lalu dengan berkunjung ke brunei dan Serawak Malaysia.
 







9 september :  
- Berangkat dari kalibata jam 15.00 menuju Bandara Soekarno-Hatta,Anda bisa menggunakan Damri Rp 20.000
- Bayar airport tax : Rp 30.000
- Jakarta-Pontianak menggunakan Sriwijaya Air dengan tiket Rp 620.000 jam 18.30.Ini harga peak season karena lebaran,harga   normalnya sebenarnya Rp 400-500 rb aja.
- Tiba di Pontianak jam 20.30 dan langsung naik Ojek dari Bandara Soepadio-Pontianak ke Pool bis Tebakang Express jurusan   Pontianak-Kuching : Rp 50.000 

- Perjalanan dari Pontianak ke Kuching berangkat jam 22.30 WIB dengan Tebakang Express dg   tiket Rp 170.000
Pengeluaran transportasi : Rp 890.000

10 September : 

 - Sampe kuching pukul 12.30 dan segera mencari bis ke Miri dengan biaya RM 80 (Rp 240.000)
- Sebenarnya tidak perlu ke kuching karena rute pontianak-brunei bisa dicapai dengan bis Pontianak-Miri dilanjutkan Miri-Bandar Seri Begawan jika Anda sampe Pontianak lebih dari jam 7 pagi karena di jam 7 pagi sebenarnya ada bis Damri jurusan Pontianak-Bandar Seri Begawan dengan biaya Rp 550.000
- Perjalanan Kuching-Miri dengan Bis Sungei Merah,berangkat jam 12.30 waktu Serawak
Pengeluaran transportasi : Rp 240.000

11 September :

- Sampe di Terminal Miri jam 3 pagi !
- Naik bis Miri-Bandar Seri Begawan jam 9 dg tiket RM 40 (Rp 120.000)
- Sampe di Bandar Seri Begawan jam 13.00,langsung check in di penginapan KH SOON dg tarif B$39 (Rp 280.000).Ini terlalu mahal karena ada tempat yg lebih murah yakni Pusat Belia dg tarif B$10/hari di dekat tempat ini ! Tapi saya agak ragu dengan kondisinya awalnya,tapi setelah saya cek lapangan di hari itu juga ternyata kondisinya sangat nyaman dan sepi karena lagi liburan.
Pengeluaran : 400.000

12-14 September : 

- Menginap di pusat belia dg tarif B$10/hari
- Keliling dg angkot setempat dg biaya B$ 1/trip
- Makan masakan Indonesia : Pecel Lele,warteg,nasi goreng dg harga rata-rata B$3/porsi.
- Kalo pgn lebih murah ada Nasi Katok dg menu : nasi,ayam goreng,sambal dg harga B$ 1/porsi.
- Tanggal 14 september pulang balik ke Pontianak dengan memakai bis Damri,berangkat pukul 16.00 dengan tiket Rp 550.000 Pengeluaran utk penginapan : B$ 20 (Rp 140.000)







15 September : 

- Sampe di Pontianak jam 16.00 WIB
- Menginap di hotel Muslim dg tarif Rp 85.000
- Keliling pontianak pake angkot : Rp 10.000
Pengeluaran : Rp 95.000

16 September : 

- Ojek dari hotel ke bandara : Rp 50.000
- Tiket pesawat pontianak-jakarta dengan lion air Rp 650.000,berangkat jam 7.30
- Airport tax : Rp 30.000
- Damri dari Bandara-Kalibata : Rp 20.000
Pengeluaran : Rp 720.000

Total Pengeluaran : Rp 2.485.000 





 
Note : 

- Pengeluaran di atas belum termasuk biaya makanan dan kebutuhan lain-lain yang sangat  subyektif utk tiap orang.
- Selama perjalanan darat,bis berhenti di beberapa rumah makan dengan tarif Rp 20-30 rb per porsinya baik di Malaysia maupun Indonesia.
- Saya tidak banyak mengunjungi obyek wisata selama di Brunei karena saya ke Brunei ada tujuan lain,saya lebih sering bertemu dengan org indonesia dan bertanya ttg kondisi sosial masyarakat di brunei
- Ketika Lebaran,Anda bisa mengunjungi istana Nurul Iman untuk bersalaman langsung dengan Sultan Hasanal Bolkiah dan Anda akan mendapat bingkisan berupa kue brownies :)
- Foto-foto perjalanan saya ada di album foto di FB saya dg nama account "rulan kis riarto".

Selamat menikmati :)