Antara Imajinasi dan Kenyataan


Sebelum mengunjungi Sulawesi,ada banyak pertanyaan saya ttg Sulawesi dan terjawab selama travelling kali ini:

1. Wisata makam ternyata tidak menyeramkan
Saya mengunjungi Kete Kesu,Londa,dan Bori Kalimbuang.Tiga tiganya ada makam khas Toraja,tapi ternyata tidak seseram yg saya bayangkan karena mungkin banyak orang,tapi entah kalo sendirian
😂
2. Poso ternyata kota yang ramai
Imajinasi saya tentang kota yg pernah terjadi kerusuhan dan tempat persembunyian Santoso ini adalah kota sunyi,tapi yg saya dapati ternyata banyak pertokoan dengan jalan yg besar.

3. Jalan Trans Sulawesi
Saya awalnya berpikir jalan ini lurus dan lebar bak jalan tol yang melintang dr utara ke selatan tp ternyata medannya berkelok kelok naik turun dan seringkali hanya cukup 2 mobil saja.

4.Tentang Suku Toraja
Saya hanya punya satu teman dr Toraja dan tdk tll mengenal suku ini,tetapi setelah mengunjungi Toraja, saya jadi paham bahwa suku ini suku perantau dan banyak yg sukses.Saya juga baru paham bahwa di kalangan suku ini ada kasta kastanya juga.

5. Toraja tidak hanya wisata makam
Salah satu yg paling berkesan bg saya adalah ktk mengikuti upacara adatnya,Buraki dg landscape spt kota Rio de Janeiro jg keren,pun negeri di atas awan di Lolai yg indah.

6.Bis mewah Sulawesi
Akhirnya terbukti bahwa memang ada bis mewah di Sulawesi spt rute medan-banda aceh.Naik sleeper bus ini ternyata membuat saya tertidur pulas dan jauh lebih segar drpd naik bis biasa.😃

7.Jawaban ttg kenapa Suku Toraja mayoritas kristen
Islam sebenarnya masuk duluan ke Toraja yg diperkenalkan oleh pedagang Bugis tahun 1700-an,Kristen baru masuk belakangan awal tahun 1900-an,tp org Toraja lebih memilih Kristen krn mereka tetap bisa menjalani adat istiadatnya ktk masuk kristen.Meski 90% kristen,tp toleransinya ttp baik,ada 2 masjid besar berjarak skt 3 km di dkt Pasar Rantepao dan Pasar Bolu.

8. Upacara Kematian Toraja
Kematian bg org Toraja mungkin tidak semenyeramkan bg org lain.Ada yg bilang kurban kerbau adalah penghormatan thd yg meninggal dan untuk memudahkan jalan menuju ke Yang Maha Kuasa.
Saya jadi paham nilai satu upacara kematian bisa milyaran rupiah.Harga 1 kerbau bisa ratusan juta hingga miliaran,upah bagi 40 penari Makbadong bisa mencapai 20 juta. Ada prosesi penyambutan tamu di setiap rombongan tamu datang dari kampung lain.

9. Sulawesi itu Menarik
Setiap propinsi punya suku mayoritas yg berbeda.Ada banyak pendatang dr NTT dan Maluku yg merantau ke Sulawesi ini,saya tidak terlalu banyak bertemu orang Jawa disini,tp saya jumpai banyak warung jawa timur disini.Kondisinya juga tidak semenyeramkan yg saya dengar dr media ttg kerusuhan,tawuran,pertengkaran antar warga,kriminalitas,dll. Kota Palu yg awalnya sy anggap tidak menarik malah banyak hal yg unik dr kota ini.

Tips dan Biaya Travelling Palu-Toraja-Makassar

1. Tiket Pesawat
Tiket Jkt-Palu: paling murah 1,2-1,4 jt
Tiket Makassar-Jkt: paling murah 800-900rb


2. Penginapan
Kl saya mencari harga termurah dr aplikasi traveloka. Untuk Palu 106 rb awalnya harga termurahnya.Untuk Toraja ada Wisma Maria seharga 140rb termurahnya.Makassar 140rb juga dan dekat bandara.

3. Transportasi Dalam Kota
Palu agak susah angkot shg sy pake gojek,sy sewa selama 6 jam dg biaya 100rb (di luar bensin dan makan) utk keliling kota.Sewa motor di Toraja 160 rb utk 24 jam,angkot relatif mudah dg biaya 5rb per trip. Untuk makassar saya mengandalkan angkot (5rb per trip) dan gojek.

4. Transportasi Antar Kota
Palu-Toraja ditempuh dlm 20 jam dg bis mini seharga Rp 230 rb utk non AC dan Rp 250 rb utk AC.Hanya ada 3 bis utk rute ini yakni: Batu Tumonga,Rappan Marannu,dan Ketty.Bis berhenti 3 kali utk makan selama perjalanan,berangkat jam 9 dr Palu biasanya kl sesuai jadwal.

Bis Toraja-Makassar ada dua jenis yakni suspension dan sleeper bus.Bis suspension tarif normalnya 150rb tp bisa 180 rb di kala lebaran,sedangkan sleeper bus harga normal tiketnya 200rb tp bisa 225rb di kala lebaran. Sedangkan utk tempat tidur di sleeper bus harga normalnya 250 rb dan 285rb di kala lebaran.

5. Makanan
Palu:
Kaledo 50 rb,ikan bakar bervariasi tergantung jenis ikan mulai dr 65rb.

Toraja:
Kapurung 10 rb (mangkok besar) dan 5 rb (mangkok kecil)
Makanan Cafe: 15-70 rb
Ikan sambal 25 rb
Pamarassan Belut 50rb
Minuman Sarabba 5rb

Makassar:
Palubasa Onta 25 rb (Palubasa Serigala ruame banget shg ga jd nyoba)
Coto Makassar 20rb
Konro 35rb
Sop saudara 20rb

6. Tiket Obyek Wisata:
Obyek wisata di Toraja harganya seragam yakni Rp 15 rb.
Benteng Somba Opu gratis, Museum La Galigo Rp 5rb.
Jembatan Palu dan Masjid Apung gratis.

Semoga Bermanfaat🙏
Ayo Keliling Indonesia 😃

Orang Bugis Keturunan Tiongkok


Hampir di setiap tempat di Indonesia,kemungkinan besar ada orang Bugis. Saya sempat bertemu dengan seorang pekerja di Belitung yang menginstalasi genset di pulau pulau terluar Indonesia,di sana pun banyak nelayan dari Bugis yang tinggal.
Kalo Anda pergi ke Singapore di sana ada kawasan bernama Bugis Street. Jejak orang Bugis pun sampai di Afrika Selatan berkat kontribusi Syekh Yusuf,pahlawan nasional yang dibuang Belanda. Jejak bangsa Bugis juga membekas sampai Madagaskar.

Ada pertanyaan besar bagaimana mereka bisa punya tradisi kuat untuk merantau? Bagaimana mereka bisa mendoktrin keturunannya agar mau merantau,suatu hal yang sangat berat dilakukan bagi suku lain.

Salah satu jawabannya saya temukan ketika mengunjungi Museum La Galigo dan Museum Karaeng Pattingaloang.
La Galigo adalah nama karya sastra dari abad 14,jaman Bugis Kuno.La Galigo juga nama seorang tokoh anak dari Sawerigading yang Bugis asli dan We Cudai dari Tiongkok. Sawerigading diceritakan sebagai seorang kapten kapal yang merantau ke negeri Tiongkok untuk mencari kembaran Tanri Abeng,wanita pujaan yg tidak bisa dia nikahi karena ternyata adalah saudara kembarnya. Lewat tokoh Sawerigading ini lah mungkin sosok ideal bangsa Bugis diimajinasikan dan berhasil mendoktrin banyak pemuda Bugis untuk merantau.

Contoh berikutnya ada pada Karaeng Pattingaloang,seorang cendekiawan plus pengusaha internasional dari Kerajaan Gowa. Beliau sebenarnya keturunan raja namun lebih memilih untuk menjadi penasehat raja.Beliau menguasai ilmu pengetahuan dan teknologi,terbukti dengan kiriman teleskop Galileo ke Kerajaan Gowa oleh Kerajaan Inggris. Karaeng juga seorang pengusaha internasional yang berkongsi dengan pedagang dari Spanyol. Karaeng Pattingaloang merupakan tokoh ideal bagi bangsa Bugis yang ingin menjadi teknokrat atau menjadi pengusaha sukses.

Perjalanan Palu-Toraja









1. Perjalanan menggunakan bis Ketty ini seharusnya berangkat jam 9 tp karena kerusakan mesin,akhirnya baru bisa brgkt jam 13-14 dan ternyata tiba di Toraja Utara jam 10 di keesokan harinya.


2. Rute perjalanan:
Palu-Parigi-Poso-Luwu Utara-Palopo-Toraja Utara

3. Kabupaten Parigi terlihat begitu indah,kadang berupa hamparan sawah dg langit biru cemerlang,kadang berupa pantai

4. Poso di luar dugaan saya terlihat ramai dg jalan yg lebih lebar dari Parigi dan lebih banyak pertokoan.Sepanjang perjalanan sy jumpai banyak gereja,ini menguatkan info dr seorang penumpang bahwa penduduk Poso yg beragama kristen banyak tinggal di perkotaan,sedangkan yg muslim banyak di pesisir. Ada banyak tentara berseragam di skt keramaian spt kawasan pertokoan,pun ada sebuah markas tentara yg sy jumpai di perjalanan.

5. Selama perjalanan ada pola yang unik bahwa setiap habis ke luar kota akan dijumpai perbukitan atau hutan baru setelah itu kota lagi dan begitu seterusnya.

6. Sebagian besar rute melewati jalan Trans Sulawesi,di luar dugaan saya kondisi jalannya banyak yang masih sempit hanya cukup utk 2 mobil saja.

7. Jalan juga berkelok kelok bahkan ada yang sampai membentuk huruf S dg kondisi naik atau turun.

8. Ada pemandangan menarik ketika sampai di Tolai,masih dalam wilayah Parigi dan sebenarnya tak jauh dari Poso.Sepanjang Tolai ada banyak Pura berdiri dan berbagai atribut agama Hindu,tampaknya Tolai adalah pusat transmigran asal Bali.

9. Menariknya begitu sampai di Luwu Utara dan Paloppo,banyak sy jumpai warga yg sedang melakukan sholat Ied.

10. Jadi dlm menyusuri 4 kabupaten berbatasan tsb sy menjumpai atribut Hindu di Parigi, Kristen di Poso,dan Islam di Luwu Utara dan Palopo.

Sulawesi


1. Hasil pembicaraan dg seorang pns,membuat saya jadi paham jika tiap propinsi di Sulawesi punya etnis mayoritas yang berbeda,tidak spt di Jawa. Berikut rinciannya:
- Sulsel (Bugis)
- Sulbar (Mandar)
- Sulteng (Kaili)
- Sulut (Minahasa)
- Sultra (Buton)
- Gorontalo (Gorontalo)

2. Namun secara keseluruhan Sulawesi,etnis dg jumlah penduduk terbanyak di Sulawesi adalah etnis Bugis.

3. Suku Bugis kebanyakan berdagang, suku Toraja terkenal pekerja keras di bidang pertanian dg membuka sawah dah perkebunan coklat di Sulawesi dan Papua

4. Transmigran Jawa banyak yg berdagang makanan di Sulteng ini,sedangkan transmigran Bali bertani.

5. Ada gereja khusus orang Toraja dg khutbah menggunakan bahasa Toraja

6. Makanan khas Sulteng adalah Kaledo (Kaki Lembu Donggala) rasanya asam dan asin,menarik jika saya bandingkan dg makanan asli Padang yg asin dan pedas,dan beda lagi dg masakan Jawa yg ada unsur manis manisnya,ternyata tiap daerah punya ciri khas👍😃

7. Rute perjalanan Palu ke Toraja sangat berkelok,seorang sopir belum disebut jago kalo belum bisa melewati rute ini. Ada satu spot yg cukup menantang bagi para  pengemudi di dekat Palopo yg disebut Likupitu atau tujuh tikungan yang berbentuk spiral.

8. Setidaknya ada 3 perusahaan bis yang melayani rute Palu-Toraja yakni bis Ketty,Rappan Marannu,Batu Tumonga.

9. Pasha Ungu ternyata bagus juga jadi kinerjanya sbg wakil walikota Palu dan kabarnya akan mencalonkan diri menjadi wagub Sulteng di pilkada berikutnya😃