Hari ke-22: Kuala Simpang dan Banda Aceh

Tour de Sumatera Hari ke-22
6 Juli 2017

Setelah puas nongkrong,saya dan Fauzi balik ke rumah mertua Fauzi untuk mengambil barang dan menuju lokasi tunggu bis dekat jembatan Kuala Simpang di tengah malam yg lagi dalam kondisi hujan . Kondisi di lokasi tempat menunggu bis di luar dugaan kami,banyak orang yg juga antri menunggu,ternyata hari itu bis menuju Banda Aceh banyak yg penuh.Setelah menunggu bis skt 2,5 jam,akhirnya saya dapat juga tapi dapat bangku tempel,artinya duduk bukan di kursi resmi bis,tapi di belakang dkt toilet,demi bisa ke banda aceh pagi hari,saya pun ambil kesempatan itu.Saya diantar oleh bis Royal dg harga Rp 170.000,udh termasuk jasa makelar yg mencarikan bis utk saya.

Perjalanan Kuala Simpang-Banda Aceh ternyata memerlukan waktu sekitar 11 jam. Begitu sampai Terminal bis,saya baru tahu kalo tidak ada angkot dari terminal yg berlokasi di Aceh Besar ke Banda Aceh shg harus menggunakan labi labi,kendaraan semacam ojek,setelah tawar menawar disepakati harganya Rp 25.000. Saya menuju ke wisma di area kodam Iskandar Muda sesuai petunjuk Mayor Roni,temsn seangkot ketika SMP,saya masih was was dg keamanan Banda Aceh soalnya,sudah ada 5 orang yang mengingatkan untuk berhati hati selama di kota ini atau bahkan membatalkan rencana untuk mengun jungi kota ini.Namun sebelum itu,saya mampir ke sebuah warung untuk mempelajari situasi dan menentukan lokasi untuk menginap. Akhirnya saya putuskan melihat lihat toko kopi aceh dulu yg lokasinya di sebelah warung.

Lalu saya berjalan menuju Wisma Gajah Putih yg berada di dalam Kodam Iskandar Muda,tetapi harga sewanya Rp 350.000 per malam,ini di luar budget saya. Lalu saya lanjutkan perjalanan ke alamat Crystall Guest House dengan menggunakan labi labi dg ongkos Rp 15.000 dan akhirnya ketemu. Kondisinya cukup lah untuk saya dan ratenya murah cuma Rp 130.000 per malam dg fasilitas 2 bed,bantal,selimut dan kipas angin.

Setelah sejenak beristirahat saya balik lagi ke toko oleh oleh khas Aceh untuk membeli kopi pesanan teman teman.Setelah itu saya mencoba sate matang seharga Rp 40.000,kerang rebus seharga Rp 15.000 dan Mie Aceh seharga Rp 15.000.Setelah itu saya mencari daun temuru di pasar sebelah Masjid Baiturrahman. Sebelum masuk ke penginapan,saya membeli roti Canai dan jeruk 1 kg.

No comments:

Post a Comment