Kota Palu



1. Palu artinya bisa beberapa makna,yg pertama artinya adalah tanah yg terangkat krn dulunya tanah di Palu di bawah permukaan air laut. Palu juga nama kerajaan terbesar jaman Belanda. Palu juga artinya bambu.

2. Palu berbentuk seperti mangkok yg dikelilingi banyak gunung dan pantai.

3. Iklim di Palu ada 2 yakni panas dan panas sekali😂curah hujannya minim sekali.

4. Kota Palu tidak jauh dari Poso sehingga dari awal 2000 hg 2014 banyak teror di daerah ini seperti penembakan pendeta yg sedang berkhutbah,penyerangan pos polisi,bom bca,dll

5. Ada tradisi yang unik di kota ini menjelang lebaran,pertokoan yang menjual baju terutama di kawasan Jalan Hasanuddin dan Palu Plaza ramai dikunjungi mulai jam 21 hingga subuh😱 Mereka melakukan itu karena menghindari panas yang menyengat di siang hari.


6. Ada tempat wisata unik bernama Pusat Air Laut Pusentasi,berupa sumur besar di daratan yang airnya asin dan banyak ikannya.

7. Ikon kota ini adalah Jembatan Palu yang dipake sebagai lokasi Car Free Day tiap hari minggu.

8. Saya baru paham utk mengakses Toraja dari Palu bisa menggunakan bis dg durasi perjalanan sekitar 20 jam dengan rute pegunungan yg berkelok kelok dg biaya Rp 250.000,itulah kenapa banyak wisatawan lebih suka menggapai Toraja dari Makassar yg hanya skt 10 jam saja.

9. Ada masjid unik yakni Masjid Apung Arkam Babu Rahman,yang lokasinya di tepi pantai dan menjorok ke laut.

10. Selain itu masih banyak tempat wisata pantai dan gunung di Palu,juga termasuk Tugu Perdamaian yg melambangkan perdamaian setelah Palu dilanda perang saudara.

Mengenal Upacara Pemakaman Khas Toraja


Upacara ini dinamakan Rambu Solo,ada beberapa jenis bangunan yang digunakan dalam upacara ini:
1. Rumah Tamu Utama
 


2. Alang

3. Lakian


4. Tenda Tamu

 

Jenazah yang akan dimakamkan ditempatkan di sebuah tempat bernama Lakian,para tamu dari kalangan bangsawan (Puang) bertempat di sebuah bangunan disebut Alang.

Saya juga baru paham kalo di adat Toraja ada kelas sosial seperti di Bali dengan urutan sbb:
1. Puang (bangsawan)
2. Tomakaka
3. Umum
4. Budak

Prosesi upacara pemakaman khas Toraja sebagai berikut:
1. Rombongan tamu datang menggunakan beberapa mobil disertai hadiah   berupa kerbau dan babi.


2. Rombongan tamu lalu memasuki area dan berjalan melingkar menuju rumah tamu.


3. Rombongan keluarga berjalan melingkar masuk ke rumah tamu membawa sekapur sirih.


4. Tarian Makbadong dilaksanakan.


5. Rombongan keluarga keluar dari rumah tamu.
6. Rombongan pembawa makanan memasuki rumah tamu.


7.Rombongan tamu menuju tenda tamu sesuai nomer yang diberikan

Prosesi ini berulang setiap ada rombongan tamu datang. Rombongan tamu biasanya dari kalangan besan dari si anak yang meninggal.Jadi kalo ada sembilan anak yang menikah dengan pasangan dari kampung lain, maka bisa jadi akan datang 9 rombongan tamu. Setelah itu diadakan makan besar dengan daging kerbau dan babi yang telah disembelih.

Biasanya upacara keagamaan ini berlangsung dalam beberapa hari,
hari terakhir khusus untuk  penyembelihan kerbau,setelah itu baru diadakan pemakaman.

Mengenai jumlah kerbau yang disembelih tergantung kelas sosialnya,seorang pemandu wisata di Londa bilang jika kelas umum biasanya korbannya 1-3 ekor, kelas Tomakaka 5-12 ekor, dan untuk Puang minimal 20 ekor.

Khas Kalsel



Ada banyak hal unik yg sy temui selama 11 hari (3 - 14 Maret 2018) di Kalsel ini:
1. Tanda ada pesta pernikahan yg di jawa biasanya berbentuk janur kuning, kalsel beda gaya yakni berupa spanduk kecil berwarna dg gambar kedua mempelai dan namanya.

2. Sewaktu sholat jumat di Tapin,khutbahnya 30 menit dan dzikir bersamanya lama juga.Hampir seluruh jamaahnya berpakain busana muslim berwarna putih kecuali saya yg pake batik dan anggota TNI/Polri yg memakai seragamnya😃

3. Saya baru paham ternyata Martapura adalah kota religius mirip Aceh,di kota ini dulu tinggal ulama besar bernama Syekh Arsyad Al Banjari di tahun 1500 an,dan memiliki keturunan yg jg ulama karismatik yakni Guru Sekumpul

4. Martapura dan Banjarbaru walau berbatasan langsung namun suasana kotanya berbeda sekali,Martapura  yg kebanyakan asli banjar terlihat religius dan krg berkembang ekonominya sedangkan Banjarbaru lebih banyak pendatang dan lebih banyak mall,kafe dan tempat makan.

5. Logat Banjar yg khas jika mengucapkan,"Terima kasih ya,Pak" akan diucapkan org Banjar dg ucapan,"Terima kasih,Pak  lah". Ada imbuhan "lah" yg sering digunakan...

6. Sasirangan adalah kain khas Banjar yg bisa dipakai oleh pria dan wanita. Ada festival tahunannya yg tersedia diskon besar.

7. Jam kerja kantor pemerintah biasanya jam 7.30 - 16.00 WITA.

8. Sate jd menu sarapan di kalsel ini

9. Dari sekian banyak PNS Kalsel yg saya temui,sebagian besar pinter pinter dan sangat melayani

10. Keberanian pemda kalsel memindahkan pusat pemerintahannya dari Banjarmasin ke Banjarbaru layak diapresiasi krn ini membuat Banjarbaru tumbuh lebih cepat ekonominya skrg.👍😃

Pasar Tarapung



Saya baru paham ternyata setidaknya ada 3 Pasar Tarapung di Banjarmasin:
1. Muara Kuin
2. Lok Baintan
3. Siring

Salah satu yg asli dan sudah terselenggara berabad abad adalah Pasar Lok Baintan yang lokasinya sebenarnya di kabupaten Barito Kuala,daerah yang berbatasan dengan Kota Banjarmasin.

Sehabis subuh saya bertolak menggunakan gojek dari penginapan di daerah Siring,perjalanan sekitar 30 menit.Lokasinya masuk pemukiman penduduk yang sederhana.Setelah memasuki kawasan,kami berhenti di tempat persewaan kapal klotok.Tarifnya 100 rb per trip per kapal,abang gojeknya enggan ikut shg jadinya saya berangkat sendiri dg nahkodanya berdua.Kami isi solar dulu di sebuah toko kelontong,satu kali trip butuh 7 liter solar kata Pak Ahmat sang nahkoda.

Sekitar 1 km berlayar yg dihiasi oleh pemandangan ibu ibu yg lagi mandi😃, kami pun sampai di lokasi pasarnya. Tiba tiba saya diampiri 2 kapal penjual buah buahan yg didayung oleh ibu ibu perkasa. Selain skill menjual,ibu ibu ini harus punya skill mendayung yg jago sehingga bisa langsung mendekati kapal pembeli yg sedang berkunjung

Saya pikir selama ini pasar ini statis dan hanya berhenti di satu tempat,ternyata tidak,kapal para penjual ini menempuh satu titik dari Lok Baintan ke Sungai Madang secara pelan pelan sepanjang 2 km dr jam 5.30 hingga jam 8.00 WITA. Saya benar benar merasakan pengalaman yang WOW karena merasakan hal baru dr budaya bangsa kita.

Setelah puas menikmati suasananya,saya balik ke penginapan untuk melihat Pasar Tarapung di Siring yg dekat dengan tempat menginap saya. Suasananya berbeda dg di Lok Baintan,disini pembeli tidak perlu naik kapal klotok karena penjualnya berhenti di satu tempat saja.

Hari ke-24: Banda Aceh dan Jakarta

Tour de Sumatera Hari ke-24
8 Juli 2017

Pagi pagi saya bersiap untuk pulang ke Jakarta,lalu saya menuju ke Masjid Baiturrahman untuk sholat subuh dan mengambil foto. Sepulang dsri masjid,saya bersiap dan ngobrol dengan salah seorang peserta touring dari Siantar yg juga tamu di penginapan.

Setelah itu sambil menunggu Pak Nur,tukang labi labi yg mengantar saya dari terminal ke Banda Aceh,saya sarapan di warung seberang penginapan.Saya makan kue dan kopi,lalu saya lanjutkan ke menu nasi gurih dg lauk ayam dan telur seharga Rp 16.000.

Setelah Pak Nur tiba dan minum teh,kami berangkat menuju bandara,di perjalanan sempat mengambil foto kuburan massal korban tsunami. Perjalanan dari penginapan menuju bandara sekitar 30 menit dengan ongkos Rp 60.000. Saya pun check in dan menunggu pesawat Batik Air take off yang jadwalnya jam 08.45. Pesawat berangkat jam 09.00 dan sampai di Bandara Halim sekitar jam 12.00. Perjalanan yg membutuhkan fisik prima karena mengunjungi 16 kota di 7 propinsi dalam 24 hari saja.
Lelah tapi menyenangkan dan akan jadi kenangan indah...